Artikel


Filosofi Rujak


 

Rujak berasal dari kata Rojak, menurut DR.KH. Abdul Ghofur pengasuh Pondok Pesantren Sunan Drajat, Rojak diambil dari bahasa Arab. Yang artinya “Selamat.” Kenapa kenduri orang meninggal ada Apem ? karena Apem berasal dari kata Afun.. artinya Ampun.. Semoga yang meninggal diberi maaf atau Afun.

 

Kenapa perempuan yang hamil 7 bulan dibancaki dengan rujak, itu adalah simbolis, agar kelak kalau lahir si Ibu dan jabang bayinya selamat. Maka dilakukan simbolisasi menghantar  rujak pada tetangga dan handai taulan, dengan pemberian itu timbal baliknya yang menerima rujak itu diminta untuk ucapan terimakasih membalas dengan DO’A ROJAK, = DOA SELAMAT.

 

Dalam rujakan 7 bulanan itu, sarat dengan  buah-buahan, ada Buah mangga muda, kedondong, bengkowang, mentimun, yang tidak boleh ketinggalan adalah buah delima (disebut sebagai buah sorga karena buah delima mempunyai kandungan vit C tinggi sekali = 20 x buah jeruk). Orang-orang etnis Tionghoa dalam ritualnya akan memburu buah delima kendati harganya selangit. Menurut mereka ini makanan “Dewa Langit” penguasa nirwana.

 

Ketika orang Jawa khususnya Jawa Timur mengkreasi rujak uleg, biasanya buah delima itu diganti dengn jeruk bali atau jeruk bola. Dan kandungan nutrisi rujak  sangat  dahsyat… karena dalam rujak uleg selain, buah… ada sayur.. juga ada protein tinggi ada pada cingur ataupun kikil, tempe dan tahu…juga pada petis dari sari makanan laut. Selain itu juga ada karbohidrat yang disajikan dalam bentuk lontong bahkan karbohidrat ini tahan lebih lama dibanding dengan nasi.

 

Sayuran kangkung dan kecamba… orang peranakan Tionghoa menamakan taoge… lantaran memang  taoge..tahu…memang dalam catatan Ma-Huan (juru tulis laksamana Cheng Hoo) makanan dan tumbuhan itu hasil kebudayaan masyarakat Junan yang menjadi bekal ketika muhibah perjalanan sutra dipimpin oleh Laksamana Cheng Hoo yang beragama Islam. Seandanya Cheng Hoo bukan orang Muslim.. bisa saja cingurnya itu bukan cingur sapi.. tapi cingur babi.

 

 

Karena dalam Azbabun Nuzul (sejarah turunya kitab Al-Quran) kepala  babi sudah dipakai orang Jahiliyah untuk ritual menyembah La Ta Uzah (Dewa dari Berhala), sajian ini sudah dipakai jauh sebelum Nabi Muhamad SAW lahir, bahkan dipakai ritual mulai zaman Nabi Ibrahim. Salah satu sebab diharamkan makan daging Babi untuk membedakan makanan ortang muslim dan orang jahiliah.

 

Beraneka jenis makanan dalam rujak, ada buah.. sayur… protein hewani…karbohidrat…bercampur menjadi satu adalah rangkuman bawah sadar masyarakat Surabaya bahwa Surabaya adalah multi etnis.. multi ras… multi agama..; multi selera… tetapi bersatu padu dalam citarasa yang utuh… bahkan tatkala… nun jauh di ujung timur Jawa Timur.. ada Rujak yang dicampur dengan kuah Soto… juga bisa diterima.

Nah.. karakter arek Suroboyo.. ya rujak itu… aneka warna.. aneka rupa dan aneka kultur bisa bercampur tetap padu. Ada Jawa.. ada Ambon.. ada Tionghoa…ada Arab…ada India.. asal dilahirkan di Surabaya.. atau tinggal dan beranak pinak di Surabaya maka itu sudah diakui sebagai Arek Suroboyo.. sebuah budaya peranakan campuran yang tidak ada duanya di dunia.

 

Arek-arek Suroboyo.. Semboyannya Merdeka !..

Berani mati… tapi takut lapar… ha…ha…ha…

Image Source : jelajahjajan.blogspot.com



 

SHS - Informasi
+62 31 563 3608